Kita semua pasti pernah merasakan jatuh sakit. Hal ini seringkali terjadi karena factor penumpukan toksin ( zat beracun yang berbahaya ) di dalam tubuh kita. Toksin bisa berasal dari udara di sekitar kita yang kita hirup sehari – hari serta dari bahan makanan yang kita konsumsi sehari – hari kemungkinan besar berasal dari sumber – sumber yang telah terkena pencemaran.Sadarkah Anda bahwa makanan – makanan yang kita makan sehari – hari mengandung bahan pengawet, bahan pemanis buatan, bahan pewarna, perasa tiruan, anti depresan dan lain sebagainya ?
Hasil pertanian & perkebunan rentan terhadap penggunaan pestisida ( zat kimia ) serta pupuk yang mengandung bahan kimia. Belum lagi kita sering dikagetkan tayangan investigasi televisi nasional kita bahwa ternyata ada oknum tertentu yang memanipulasi buah – buahan dengan zat kimia supaya daging buahnya telihat segar, rasanya lebih enak dan tidak cepat busuk karena diberikan formalin. Dan walaupun telah dicuci, dikupas atau dibuang bijinya, ternyata tidak semua toksin dan bahan – bahan kimia tidak dapat dihilangkan dengan mudah dari buah & sayuran yang kita konsumsi ( Departemen Pertanian Amerika Serikat ).
Hasil peternakan hewan juga rentan terhadap penggunaan obat – obatan kimia yang mempercepat hormon pertumbuhan sehingga hewan ternak dalam waktu singkat bisa dipanen.
Masalah air minum sekarang juga sudah menjadi masalah yang krusial karena dibeberapa tempat sangat sulit mendapat air yang memenuhi syarat baku mutu air minum. Banyak pencemaran terhadap air di sekitar kita sehingga jika kita tidak berhati – hati mengolahnya akan menjadi masalah yang serius terhadap kesehatan kita.
Udara di sekitar kita juga tidak kalah pentingnya dalam mempengaruhi masuknya toksin ke dalam tubuh kita dimana tingkat pencemaran udara di negeri kita sudah cukup tinggi. Menurut keterangan dari Organisasi kesehatan Dunia 3,5 – 5 juta orang di seluruh dunia menderita akibat terkena racun serangga yang berlebihan setiap tahun.
Serta dalam waktu yang tidak terlalu lama, toksin atau racun – racun tersebut akan menemukan jalan masuk ke dalam saluran darah, menyerang system pencernaan ( usus ), system penyaringan ( hati & ginjal ) dan system endokrin ( kelenjar pituitary, kelenjar adrenal, kelenjar gondok). Ini akan berakibat melemahkan tubuh anda dan menyebabkan Anda sakit.
Panjang saluran pencernaan manusia ( usus ) 6 kali tinggi badan ( sekitar 10 m ). Dalam jangka waktu panjang, usus akan dikotori sisa makanan yang tak terbuang ( termasuk makanan yang mengandung sumber penyakit ). Beratnya berkisar 3 - 11 kg, yang membusuk dan mengeluarkan zat beracun di dalam usus kita. Zat racun / toksin ini terserap usus kita dan menjadi sumber segala penyakit yang sangat berbahaya. Harvey W Kellog seorang dokter terkemuka telah meneliti usus besar 22.000 pasien, ternyata belum pernah menemukan usus besar dalam kondisi normal, sehingga dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa 90% segala penyakit saat ini bermula dari usus besar.
Para dokter percaya bahwa toksin yang terkumpul dalam tubuh dan bukannya kuman adalah penyebab utama datangnya penyakit. Bakteri dan patogen hanya berdampak ketika kita terlalu banyak sisa - sisa pembuangan di dalam tubuh. Hal itu menyebabkan kita lemah dan kurangnya daya tahan tubuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar